25 April, 2010

LUKISANKU


Aku melukis di hati
tentang rasa dan rupa
lalu aku warnai kenangan
menjadi sejarah kehidupan
tanpamu di sisi.

Aku melukis di air
tentang kemanisan yang hilang
setiap riak dan alun yang datang
menghakis garisan dan warna
menjadi pusaran derita.

Aku melukis di batu
bermusim memahat namamu
terkulai jemari menahan pilu
garisanku terlalu panjang
dan warnaku hilang dibawa renyai hujan.

Aku melukis di langit
dengan awanan semakin kelabu
berarak membawa wajahmu
dan aku kekal sendirian
berlagu dengan longlai dan sumbang.

- April 2010

18 April, 2010

MENTARI KASIH



Bila malam menjadi bening
dan cahaya bulan sudah pudar
ketika aku mahu berbicara,
aku telah tahu arahnya mentari
bakal tiba esok.



Sekali kau memalingkan wajah
dari cahaya mataku
suram dan mengharap
sadarlah aku bahawa
tidak berguna aku menanti
letusan hatiku yang malu.



Takdir telah menghebahkan rencananya
aku dan engkau bukan lagi berdiri
di gelanggang sejahtera
dan di persada bahagia
mentari kasih tidak bercahaya.



- Ilham Syakima,
April 18, 2010

14 April, 2010

NAMAMU DI BUKU TAKDIRKU


Dalam kabus kelam
aku berdoa engkau datang
jika kau tahu erti sepi
dan resah menyerang
ketika malam tidak berbintang
dan bulan tiba-tiba suram
brnafas dalam lumpur
bersenandung irama diam.

Terasa sangat kepingin menggulung bumi ini
menyedut air dan mengeringkan laut segara
dunia bertukar sahara
belum cukup pedihnya luka hati
cinta menjadi petaka.

Wajib aku mendongak
melihat lakaran wajahmu di langit
sambil berdoa dan menulis namamu
dengan hitam dakwat kasihku
pada helaian takdirku.

13 April, 2010

TETAMU CINTA



Kau pun tersentuh, rebah
bersama luruh dedaunan gundah
akupun terkedang di bawah
rendang pohon pertemuan kita
salju memijar kembara kisah
yang bermula dari perdu rindu
kita pun saling bertanya
apakah bayu akan menari bersama.

Memunggah cinta di celah gugur bunga
ada kenangan yang terhakis
ada rawan yang terlukis
lalu kita dilarikan siang
bila kalbu perlahan bergoyang
tiada jemu aku mencarimu
hingga malam membutakan bayang
hingga aku kaku, terkelu.

Bila bunga menjadi kata
pohon kasih kita akhirnya
berbicara kepada tetamu cinta!

- April 4, 2010

19 January, 2010

KAU DAN AKU

Sudah lama kita berhenti
menyanyikan lagu kita
dahulu kita sering lagukan berdua,
sudah lama juga
kita berhenti menari
irama yang sering kita tarikan dahulu
engkau tidak mahu lagi
irama dan lagu dahulu
menyakitkan sendi dan memedihkan telinga
jika kita menggunakan lagu yang sama
dan engkau mahu menyanyi sendirian
engkau mahu menari tanpa gangguan.

Lalu pintamu
aku harus mencari irama yang lain
sendirian juga.

- 19 Januari 2010

18 January, 2010

PISAU KEWARASAN




















Tangan-tangan pertimbangan
menggenggam erat pisau kewarasan
rajin dikilir pada batu fikir
tajam berkilat sedia diuji di dapur hayat
memotong mentimun nasib
atau menghiris daging kecundang
dan keras tulang temulang takdir.

Jangan dibuang pisau kewarasan
tumpulnya terus dikilir pada batu fikir
menyiapkan sajian kesejahteraan
abadikan lazat juadah dari menu wawasan
memenuhi setiap pesan wawasan.

Dengan tajam pisau kewarasan
cermatlah tika menghiris dan memotong
agar jari-jari harapan
pada tangan-tangan pertimbangan
tak terguris luka menitip ngilu ke kalbu
menitiskan hitam darah keaiban
meninggalkan parut berzaman.

-Januari 17, 2010
Bachok, Kelantan
 

ARENAPUISI Copyright © 2008 Black Brown Pop Template designed by Ipiet's Blogger Template