14 April, 2010

NAMAMU DI BUKU TAKDIRKU


Dalam kabus kelam
aku berdoa engkau datang
jika kau tahu erti sepi
dan resah menyerang
ketika malam tidak berbintang
dan bulan tiba-tiba suram
brnafas dalam lumpur
bersenandung irama diam.

Terasa sangat kepingin menggulung bumi ini
menyedut air dan mengeringkan laut segara
dunia bertukar sahara
belum cukup pedihnya luka hati
cinta menjadi petaka.

Wajib aku mendongak
melihat lakaran wajahmu di langit
sambil berdoa dan menulis namamu
dengan hitam dakwat kasihku
pada helaian takdirku.

2 comments:

wind on April 14, 2010 at 10:02 PM said...

kerinduan yang mendalam

namoyaki on April 15, 2010 at 4:26 AM said...

dan
apabila dikau berbicara tentang cinta,
maka dia, aku dan kamu akan berada di situ,
dan di situ Aku berada,

 

ARENAPUISI Copyright © 2008 Black Brown Pop Template designed by Ipiet's Blogger Template