30 October, 2009

DATANG DAN PULANG

Kedatanganku semalam
harapkan terubat hatiku
yang telah lama mengarak luka
yang sekian kali mengandam duka
semoga dapat mewarna semula
kanvas hidup yang telah lama
tiada yang peduli.

Tiba di sini
gundah hati semakin payah
kanvas pudar dan calar
permaidani tiada warna lagi
kasih tanpa abadi.

Kepulanganku sekarang
mengendong luka
yang semakin panjang
merobek ingatan dan kenangan
rentak hatiku semakin lantang
mengarak duka yang enggan pulang
dan sengketa tidak pernah jemu
menyapa kita setiap kali bertemu.

-Ilham Syakima

Oktober 2009

25 October, 2009

KAMI TIDAK PEDULI

Kami sedikitpun tidak peduli
tetapi kami memerhati
bagaimana engkau lakukan
untuk bersihkan rumahmu sendiri
yang penuh dengan sampah
bernama rasuah
seperti yang dipahatkan sebagai janji
bila dinobatkan di singgahsana.

Kami sedikitpun tidak peduli
tetapi kami memerhati
apa engkau lakukan
kepada anak-anakmu yang nakal
selalu sombong dan angkuh
menconteng dinding melukis alam
mengguris bumi dan mengecat langit.

Kami sedikitpun tidak peduli
tetapi kami memerhati
berapa banyak wang
engkau agihkan kepada kami
dan anak-anakmu
dan jiran-jiranmu
asalkan adil dan samarata
kami mendapatnya.

Kami hanya mahu
rumahmu bersih
dari semua sampah dan kotoran
licin lantainya tiada calar dindingnya
nanti setiap kali kami bertandang
dapat minum dengan aman
dapat makan dengan sopan.


- Oktober 2009

21 October, 2009

DAPATKAH KITA.....


Dapatkah kita melupakan
sejarah kehidupan
yang dilakar dengan kepahitan
ketika rindu semakin menebal
ketika ingatan terlalu kental?

Dapatkah kita lari
meninggalkan keakraban
yang kita lakar dalam sinaran
setelah terlalu lama mengharungi
sungai kerikil dan jalan berduri?

Dapatkah kita menuju ke pintu itu
bernama perpisahan; sedangkan
kita masih sekian kali
memintal pelangi di langit
menyinari tunjang kasih
ke akhir perjalanan ini?

Dapatkah kita
menghrungi kehidupan selepas ini
masing-masing membawa hati
yang calar dan luka
menuju persinggahan abadi?

Dapatkah kita?

28 September, 2009

RAPUH HATIKU


Detik waktu terus menapak
berhias gelap dan terang
suka dan duka tatergores bagai lukisan
di dinding hari.

Seribu mimpi berjuta sepi
hadir bagai teman sejati
di antara lelahnya jiwa
dalam resah dan air mata
kupersembahkan kepadaMu
yang terindah dalam hidupku.

Meski langkahku rapuh longlai
kekadang hilang setia kepadaMu
namun cintaku sebenarnya hanyalah padaMu.

Maafkanlah bila hatiku celaru
tak sempurna mencintaiMu
dalam dadaku aku tetap berharap
diriMu sahaja yang bertahta.

Setiap detik waktu yang terus berlalu
semua berakhir padaMu.
-September 09

24 September, 2009

PELANDUK

Pintar sang pelanduk
di hutan kota ini
ceragah dengan pencakar langit
akhirnya jadi mangsa
gajah sama gajah yang berjuang
untuk mencapai cita-cita gila
tentang siapa paling gagah
siapa paling megah
siapa paling gah!



- Oktober 2009

22 September, 2009

RAPUH DI HATIKU



Detik waktu terus menapak
berhias gelap dan terang
suka dan duka tangis dan tawa
tergores bagai lukisan.

Seribu mimpi berjuta sepi
hadir bagai teman sejati
di antara lelahnya jiwa
dalam resah dan air mata
kupersembahkan kepadaMu
yang terindah dalam hidupku.

Meski langkahku rapuh longlai
kekadang hilang setia kepadaMu
namun cintaku sebenarnya
hanyalah padaMu.

Maafkanlah bila hatiku celaru
tak sempurna mencintaiMu
dalam dadaku aku tetap berharap
diriMu sahaja yang bertahta.

Setiap detik waktu yang terus berlalu
semua berakhir padaMu.
-September 2009
 

ARENAPUISI Copyright © 2008 Black Brown Pop Template designed by Ipiet's Blogger Template