Aku tidak akan pernah merasa jemu
membuang waktuku yang terbatas ini
mengutip serpihan hati
buat menampal dinding kasih ini
biarpun aku sudah lama tahu
ia sudah tidak bermakna lagi.
Aku tidak akan pernah merasa jemu
membuang waktuku yang terbatas ini
mengintai kamar hatimu
melihat lantai kasih dan cerminan sayang
biarpun aku sudah lama tahu
pintu sudah hampir tertutup buatku
dan tiada lagi peluang bersamamu.
Aku tidak akan pernah merasa jemu
membuang waktuku yang terbatas ini
merisik sisa-sisa kasihmu
biarpun akau sudah lama tahu
semuanya telah berubah dan beralih
kasih dan sayang menjadi belas dan kasihan.
Aku tidak akan pernah merasa jemu
membuang waktuku yang terbatas ini
menggamit semula rasa rindumu
biarpun aku sudah lama tahu
bahawa kerinduan itu sudah lama tenggelam
dan tiada lagi kenangan bersamaku.
Aku tidak akan pernah merasa jemu
membuang waktu mengingatimu
setiap berlabuh tirai malam
setiap terdetik kesunyian hati
dan aku hanya mendapat belas kasihan
mengganti rasa kasih dan sayang.
-Ilham Syakima,
Februari 2011
Kedatanganku semalam
harapkan terubat hatiku
yang telah lama mengarak luka
yang sekian kali mengandam duka
semoga dapat mewarna semula
kanvas hidup yang telah lama
tiada yang peduli.
Tiba di sini
gundah hati semakin payah
kanvas pudar dan calar
permaidani tiada warna lagi
kasih tanpa abadi.
Kepulanganku sekarang
mengendong luka
yang semakin panjang
merobek ingatan dan kenangan
rentak hatiku semakin lantang
mengarak duka yang enggan pulang
dan sengketa tidak pernah jemu
menyapa kita setiap kali bertemu.
-Ilham SyakimaOktober 2009