28 September, 2009

RAPUH HATIKU


Detik waktu terus menapak
berhias gelap dan terang
suka dan duka tatergores bagai lukisan
di dinding hari.

Seribu mimpi berjuta sepi
hadir bagai teman sejati
di antara lelahnya jiwa
dalam resah dan air mata
kupersembahkan kepadaMu
yang terindah dalam hidupku.

Meski langkahku rapuh longlai
kekadang hilang setia kepadaMu
namun cintaku sebenarnya hanyalah padaMu.

Maafkanlah bila hatiku celaru
tak sempurna mencintaiMu
dalam dadaku aku tetap berharap
diriMu sahaja yang bertahta.

Setiap detik waktu yang terus berlalu
semua berakhir padaMu.
-September 09

24 September, 2009

PELANDUK

Pintar sang pelanduk
di hutan kota ini
ceragah dengan pencakar langit
akhirnya jadi mangsa
gajah sama gajah yang berjuang
untuk mencapai cita-cita gila
tentang siapa paling gagah
siapa paling megah
siapa paling gah!



- Oktober 2009

22 September, 2009

RAPUH DI HATIKU



Detik waktu terus menapak
berhias gelap dan terang
suka dan duka tangis dan tawa
tergores bagai lukisan.

Seribu mimpi berjuta sepi
hadir bagai teman sejati
di antara lelahnya jiwa
dalam resah dan air mata
kupersembahkan kepadaMu
yang terindah dalam hidupku.

Meski langkahku rapuh longlai
kekadang hilang setia kepadaMu
namun cintaku sebenarnya
hanyalah padaMu.

Maafkanlah bila hatiku celaru
tak sempurna mencintaiMu
dalam dadaku aku tetap berharap
diriMu sahaja yang bertahta.

Setiap detik waktu yang terus berlalu
semua berakhir padaMu.
-September 2009

21 September, 2009

MANGSA



Seekor harimau yang garang
seekor gajah yang gagah
seekor singa yang ganas
berjuang untuk kehidupan
dan seekor lembu yang dungu
menjadi mangsa serakah.

Lembu mati sia-sia
mereka tidak sekenyang mana
dan terus mencari mangsa.

16 September, 2009

PEREMPUAN


Perempuan
adalah laut berlumut
di atas lubuk
bagai sebuah bahtera
yang tersangkut.

Perempuan
adalah air kali
dan angin dingin
yang mendesir
silir gemilir
di pinggir bibir.

14 September, 2009

KETIKA MALAM



Aduhai malam
mengapa bila kau dan aku
menjadi satu dalam kesepianmu
menjadi jitu dalam kelammu
lalu kau usung daku ke puncakmu
untuk menyaksikan gugurnya
nilai-nilai nan suci
di ribaanmu.

Kemudian
bila engkau berlalu pergi
tinggal aku terbiar sendiri
untuk melihat baris-baris
kisah duka dan pilu
tentang kehilangan itu
untuk kesekian kali
ia datang dan pergi.

Sept 09
 

ARENAPUISI Copyright © 2008 Black Brown Pop Template designed by Ipiet's Blogger Template