20 June, 2009

JANGAN TANGGALKAN KELOPAK BUNGA



Jangan tanggalkan kelopak-kelopak bunga
yang tumbuh di halaman kita
dengan jari jemari kita yang rakus
setelah satu persatu
kuntuman yang mekar dirobekkan
oleh tangan kita sendiri.

Kalau baunya telah gugur dari ranting
dari mana lagi angin segar
akan menyergahkan haruman mawar
di jendela seperti selalu.

Apabila warnanya telah luntur
dan halaman tidak lagi berseri
terimalah nasib seperti pelangi
yang akan terlukis
tatkala hujan menangis.
- April 2009

18 June, 2009

SUARA NURANI

Suara ini bukanlah suara kematian
yang dihanyutkan bayu gersang
membusung dalam hanyir kehidupan.

Suara ini bukanlah suara kesepian
yang sunyi dalam gelita masyghul
meratah sisa hidup kendiri.

Suara ini bukanlah suara kerinduan
yang gundah di bibit cinta
mengalunkan melodi perkasihan.

Suara ini bukanlah suara tangisan
yang bersipongang antara jerkah kemanusiaan
cucur air mata yang menemani datar terista.

Suara ini bukanlah suara kekecewaan
yang menjerut tangkai hati
lemas dalam memori pedih.

Suara ini adalah suara
yang tidak mempunyai suara
terletak di persimpangan batini;
bergema dalam nurani
tapi langsung tidak berbunyi;
nol maknawi.

15 June, 2009

MUNAJAT SEORANG HAMBA

Aku renung diri
antara detik
zikir nafas
puji memuji.

Kalimah tersusun
tersingkap rahsia
wujudmu.

harapku
hijab kan terbuka
pandangan basirah
yang tiada menipu
agar dapat aku
lihat wajahmu
agar dapat aku
kenal siapakah aku

12 May, 2009

SUARA HATI

Kalau mendengar suara hati ini
Kematian adalah pasti
Segera ambil nyawaku
Hentikan degup jantung
Derita tidak tertanggung.

Kalau mendengar suara hati ini
Aku pergi jauh dari sini
Membawa kedukaan
yang amat pedih ini
membawa nestapa yang tidak terperi.

Kalau dengar suara hati
Mahu aku mati hari ini
Lupakan segala sengsara ini.

10 May, 2009

RUMAH TERCANTIK KAMI

Dulu, itulah rumah tercantik kami
Singgahsana bonda
Mahligai ayahanda
Istana kami sekeluarga
Dipenuhi bunga-bungaan
Mekar setaman kasih sayang.

Setelah bencana menimpa
Atas makna sikap mahagila
Bunga-bungaan kian layu dan gugur
Tumbuhan semakin condong dan tumbang
Rumah tidak indah lagi
Seperti dulu-dulu.


Setelah ketiadaan harmoni keluarga
Kami juga turut berpergian
Lalang tumbuh memenuhi laman
Bumbung dan dinding gugur dan lekang
Rumah pusaka dipanjat usang
Hilang pesona walau dihias
Pelangi petang.

08 May, 2009

SAAT SEBELUM PERGI


Saat sebelum pergi, mata kita
aku dan kau bertembung di pandangan
resah rindu luruh
bayang pun terhapus, senyum itu
seperti hadir dalam mimpiku.

Mawar, maaf kerana ku curi
wajahmu di hatiku tadi
tanpa izin
kulampirkan pada layar ingatan
kujadikan bingkai kenangan
di bucu kristal bernama cinta
kau ada di situ.

Saat sebelum pergi
aku mengiringmu dengan kiasan
dan di sudut itu kau menghilang
kucari-cari, kau tetap ada di sini
di sudut ingatanku, di dalam jiwaku
kerana kau kekasihku.

 

ARENAPUISI Copyright © 2008 Black Brown Pop Template designed by Ipiet's Blogger Template