29 March, 2009

SUARA



Bibirku, bibir
ulas mentari ranum balik ranting langit
barangkali yang manis-manis
adalah sari yang menyedapi
saat bicara kita terbenam di dasar suara.

Lapis nikmat itupun meresap
jiwa kita pun mulai mengepak
bersenandung lagu-lagu indah
di pohon cinta Tuhan.

-Feb 20 08

HIDUP

Hidup
penuh dengan dugaan
penuh dengan cubaan.

Hidup,
bagaikan panasnya api
membahang mimpiku
membakar rinduku
hidup penuh dengan cubaan.

Hidup
bagaikan dinginnya air
menyejuk kalbuku
membeku bak salju
hidup penuh dengan cubaan.

Hidup
bagaikan desirnya angin
menyusup kalbuku
membadai rinduku
hidup penuh dengan cubaan.

Hidupbagaikan panasnya api
bagaikan dinginnya air
bagai angin mendesir
penuh dengan cubaan.

27 March, 2009

HUJAN

Hujan luruh menggila pagi ini
melontar aku dalam jeriji rindu
kejernihan titis yang hinggap
dan meluru turun di kaca jendela
adalah ikhlasamu, kebanggaan aku.

22 Mac 2009

APA HIDUP PALING LUNAK

Apa hidup paling lunak
selain bertemu dan berpisah
pesta dunia jua
selagi kita penghuninya
selagi kasih bermain di cermin tasiknya
selagi kita berlari di laman hatinya
apa dirindu apa dikenang.

Masih ingat rasa ini
pada pertemuan silam
setitik seteguk kuhirup penghilang dahaga
apa bisa kupinta
selain padaku kental ingatan?

Semusim berlalu pergi
dan kita akan singgah
mencari pelabuhan sendiri
mencari damai jiwa
dengan hati yang semakin bergetar
mengenang pertemuan
yang semakin pudar dan tercalar.

Semusim berlalu pergi
suara kita tidak kedengaran lagi
sibuk berlari dan mencari
kita tidak ingat
dulu kita ada sahabat.

Apa hidup paling lunak
dari mengenang dan mengingati
segala peristiwa.

06 February, 2009

SAAT BERDUKA

Kegembiraan itu membunuhku
aku mengharungi detik dan ranjau itu
menyelami pahit duka itu
tanpa ditemani kisah yang berlalu.

Jatuh berderai kisah yang aku ratapi
ke dalam gunung keresahan
menangis tidak berlagu
sepi duka sampai ke petang.

Matahari itu semakin pudar
hilang semua kegembiraan
ditelan keglapan malam
tiada lagi sinaran yang aku nantikan
hanya kabus menyelubungi diriku.

-SAADIAH HAMZAH
SMK. Mudzafar Shah,
Semanggol, Perak.
(09.02.09)

05 February, 2009

DEDAUN KERESAHAN


Dan musim luruh bertandang
dedaun gundah berguguran
hiujau pepohon menjadi kekuningan
di teduhan pokok aku sendirian
menemani resah di negeri orang
nasib sendiri di ibu pertiwi.

Sirna mentari di musim luruh
berganti hembusan angina sepoi
jati diri bangsaku mula jatuh
leka berkhayal asyik didodoi.

Jatuh dedaun ke bumi
punya tempat untuk berpijak
sedang bangsaku hanya menang sorak
hingga warisan ditukar, dipajak
jati diri hilang jejak.

Aku di negeri orang
tatkala dedaun dalam genggaman
resah dan gundahsama bertandang
khuatir apa yang aku tinggalkan?

Jejak-jejak tauladan
atau hilang tiada pesan
dibayangi debu yang keliru
jalan mana yang perlu dituju?.

Globalisasi tak menunggu masa
atau warisan yangpantas dimamah zaman?
Seakan musim yang silih berganti
seperti itu kita mencari identiti.


KAIRULIDHAM IMAIL,
MOSCOW, RUSSIA
(10 Ogos, 2008)
 

ARENAPUISI Copyright © 2008 Black Brown Pop Template designed by Ipiet's Blogger Template