02 August, 2009

KUNTUM MUDA


Luruh dari tangkai
bila deru angin menyapa santai
kilas gerak dedaunan
bagai Salji yang ditabur gemawan
kuntun-kuntum itu masih muda
tak ingin gugur sia-sia
lalu angin ditanya
“Sudikah kau mengiringi cerita
kembara kami melihat dunia?”

01 August, 2009

PADA SELEMBAR OMBAK TANYA


Dan akhirnya kita bertemu
mengisar pasir
dan selembar ombak tanya.

Malam itu, kita bertemu dingin
menatap gugurnya dedaunan janji
bening matamu berkedip
menyibak mimpi-mimpi serupa tawa manja
saling bercanda.

Padaku, pernah kau ceritakan
lagenda sang kijang emas mencuri senja
cemburu pada kilauan menyerlah
hadir malam terlupakan gelap
mematikan langkah juga secuil rasa.

Luka terlalu indah, kata pencipta riwayat cinta
sama seperti dedaunan rindu
gugur melayang, ditampar angin
kencang
tanpa belas dan alamat tamat.

Mungkinkan cukup di sini?
Cukup di langit buana ini, aku abadikan
tentang pertemuan kedua mata kita itu
membicarakan tentang hati-hati
tersenyum mendiamkan rasa, tak terbuka
mesKi selembar ombak tanya….
tentang adanya kita.

29 July, 2009

GERSANG POHON SEBATANG



Pohon nan sebatang
gersang, dilingkung kehijauan taman
katamu, “itulah aku
yang tidak siapa tahu.”

Dalam redup matamu, kupandang
gemilang kartika menyuluh
ke dasar banir akar
kataku, “ kau pasak tiang
dari jiwa ke jiwa
ia menunjang
julang menjulang.”



28 July, 2009

KESEMBUHAN



Hai….roh yang bergentayangan
dari seluruh penjuru alam
aku musafir mohon izin berteduh
minta kesembuhan darimu.

Angin berhembus, rumput meliuk-lintuk
pohon yang bergoyang
di kiri, di kanan, di atas, di bawah
di depan, di belakang.

Aku datang padamu
minta…. minta….. mintalah
dari segenap jiwa dan akal budi
mohon kesembuhan di hatimu.

27 July, 2009

GURINDAM DI SEBALIK KESILAPAN

Jika tersilap akui segera
terima seadanya kembali mesra.
Manusia biasa tak mungkin sempurna
muhasabah selalu minda mencerna.

Hati terbuka menerima kesilapan
adat kehidupan terselit kemalapan.
Kesilapan biar berbalas kemaafan
cerdik akalmengadili kekhilafan.

Salah silap itu ujian
naikkan semangat lemparkan kejian.
Kesilapan kecil jangan diulang
banyak masalah dapat dihalang.

Jangan tangguh baiki diri
moga terus terpelihara nubari.

20 July, 2009

BILA KALI TERAKHIR

Bila kali terakhir
kau bermain hujan rahmat
membiarkan
titis demi titis air dingin
menyapa
satu demi satu roma kulitmu
sambil mendesahkan
syukur.

Bila kali terakhir
kau bersyukur tika hujan turun
membiarkan
laman nuranimu berladung iman
bukan seranah penuh amarah
setelah rencana tersanggah
menghalang langkah.

Sesekali
renunglah titis hujan
di hatiku
yang rindukan
kehangatan senyummu!
 

ARENAPUISI Copyright © 2008 Black Brown Pop Template designed by Ipiet's Blogger Template